Indonesia Damai Tanpa FPI!

Standard

KBR68H – Ratusan orang dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembubaran Organisasi Radikal FPI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka menamakan diri Aktivis Indonesia Tanpa FPI. Aksi unjuk rasa itu terinspirasi dari aksi masyarakat Kalimantan Tengah yang menolak Front Pembela Islam pekan lalu.

 

Indonesia tanpa FPI, ini yang diserukan seratusan orang di Bundaran Hotel Indonesia kemarin. Mereka hanya membawa 2 buah spanduk besar yang salah satunya bertuliskan ‘Kado Valentine untuk Habib Rieziq’.

Koordinator Aksi Vivi Widyawati mengatakan para aktivis adalah warga Indonesia dari berbagai latar belakang dan golongan.

 

Pemerintah sudah tahu ini mengganggu keamanan rakyat, keamanan masyarakat, tetapi dari pihak kepolisian yah nggak ada. Makanya ketika nggak ada tindakan atau posisi yang tegas dari kepolisian atau negara, kekerasan akan terus berlangsung

Semakin sore, peserta aksi terus bertambah. Dalam aksi itu hadir pula Sutradara Hanung Bramatyo dan Putri Presiden Ke-4 Gus Dur, Alisa Wahid. Mereka ikut menyerukan kalau rakyat Indonesia berhak mendapatkan ketenangan dalam hidup tanpa adanya organisasi radikal seperti FPI.

Hanung mengingatkan masyarakat untuk mengambil momentum Palangkaraya.

Sebagaimana teman-teman kita yang ada di Palangkaraya, mereka bisa militan, mereka bisa menetukan kapan saya bisa bersikap, kita bersikap, kita bisa diganggu, dan tidak diganggu. Maka itu tolong untuk temen-temen yang ada di sini, mari sekarang kita tunjukkan siapa sebenarnya yang mayoritas.

Peristiwa yang dimaksud Hanung adalah peristiwa pengusiran pengurus FPI pusat dari bandara Tjilik Riwut akhir pekan lalu.

Alisa Wahid ikut menyerukan Indonesia bebas kekerasan

Kita mau kerja keras untuk Indonesia. Kita perlu Indonesia lepas dari kekerasan dari kelompok-kelompok yang mengaku dirinya paling benar. pemerintah itu takut pada orang-orang yang berani menyuarakan suaranya. Maka kita harus menyuarakan suara kita Indonesia tanpa kekerasan.

 

Sudah seratus lebih aksi kekerasan yang dilakukan FPI semenjak berdiri pada 1998 silam. Di awal tahun ini saja FPI sudah melakukan aksi kekerasan sebanyak 2 kali. Satu diantaranya perusakan kantor kementerian Dalam Negeri.

Sayangnya sampai saat ini pemerintah belum mempunyai sikap tegas. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mengaku belum bisa membubarkan FPI.

 

Bagi sejumlah organisasi masa mesti mengerti, bahwa ternyata kegiatan yang dilakukan itu bikin tidak nyaman bagi sebagian orang di negeri kita ini. Organisasi manapun yang ada di Indonesia ini, kalau nyata-nyata melanggar hukum, terlibat dalam aksi-aksi kekerasan, harus ditegakkan. Harus seperti itu. Kalau begitu domainnya, domain hukum. Tidak bisa seorang Presiden melampaui hukum melampaui tindakan.

Menindak FPI dan ormas yang kerap melakukan kekerasan sebenarnya tak sulit. Asal polisi mau bertindak tegas, kata Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Tjatur Sapto Edy.

Kalau FPI melanggar hukum ya FPI ditindak, kalau pihak lain ditindak, ya ditindak juga oleh polisi. Dan penegak hukum gak boleh takut oleh siapa pun juga. Terhadap komponen mana pun juga yang melanggar terahdap hukum, kebanyakan penegak hukum kita sering ragu-ragu atau gak tegas dalam melakukan penegakan hukum yang menjadikan mayarakat itu terhadap hukum jadi tidak takut.

Kementerian Dalam Negeri juga punya wewenang untuk membubarkan kelompok-kelompok yang kerap berbuat anarkis, semisal FPI, tutur Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhamadiyah Chairul Huda.

 

Ya sebenarnya kalau berdasarkan UU yang ada, pemerintah bisa membubarkan FPI, domain itu ada di Kemendagri kalau berdasarkan UU yang berlaku sekarang ormas seperti FPI yang menganggu ketertiban dan keamanan bisa ditertibkan oleh pemerintah. hanya saja pemerintah yang gak mau melakukan itu kan?

 

Ketegasan pemerintah menindak FPI kini dinanti banyak orang.

Sumber: http://www.kbr68h.com/feature/laporan-khusus/19577-indonesia-damai-tanpa-fpi (silakan dengar versi audio)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s