Temukan Warteg Pas di Lidah dan Kantong di Utan Kayu

Standard

Hampir 9 bulan saya menjadi Jurnalis KBR68H yang kantornya ada di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur. Jarak rumah yang sedikit jauh dan kegemaran saya untuk beraktifitas di luar rumah, saya jadi sering menginap di kantor.

Kebiasaan itu tidak masalah untuk saya, yang penting di sekitar kantor tersedia warung makan.

Awal jadi warga Utan Kayu, saya selalu makan siang dengan makanan yang ada di pinggir jalan. Seperti ketoprak, mie ayam, nasi uduk, atau warteg pas di persimpangan.

Bicara soal warteg itu, ehm subjektif saya rasanya kurang enak. Terlebih perbandingan harga dan rasa tak sebanding. Saya pun mulai memburu tempat makan yang pas di kantong dan di lidah. Seorang teman memberitahu jika di ujung jalan Utan Kayu ada warung makan Tegal (warteg) yang enak, murah, dan bersih.

Saya pun di ajak makan di warung itu. Huft, jalannya agak jauh. Kurang lebih 500 meter menuju ujung jalan Utan Kayu. Tepatnya ke arah halte TransJakarta Utan Kayu Rawamangun.

Tidak ada plang nama di warung itu. Cat warung yang berwarna cokelat gelap membuat kesan sejuk di tengah panasnya matahari Jakarta Timur. Masuk ke warung itu, terasa leluasa. Ruang yang tak sempit membuat ruangan pun terasa sejuk. Angin masuk dari teralis yang sedikit tertutup kain.
Mata beralih ke menu. Ada lebih dari 20 macam menu di lemari pangan kaca mening itu. Ada ikan goreng, rendang, usus kecap, udang sate tepung, sayur toge, oncom tumis, wahhh masih banyak lagi yang tidak saya tahu namanya.

Masakan yang disajikan, ketika sudah dirasakan, nikmat sekali. Hangat dan rasa pas, tidak ada ciri makanan dibuat asal. Belum lagi nasi yang disajikan pulen dan putih, serta hangat.

Ada dua hal yang menurut saya menjadi unggulan. Yaitu ada gorengan tempe, tahu, dan bakwan yang garing dan selalu hangat. Karena beberapa kali saya makan di sana, gorengan yang diletakkan di nampan plastik berlapis koran itu selalu tersaji hangat. Baru diangkat dari penggorengan.

Satu lagi yang menjadi unggulan, tersedianya sambel kecap dan sambel terasi. Ehm….. Perpaduan yang pas jika menu saya telor, sayur oncom, orek teri kacang, kuah opor dan dua buah gorengan. Untuk menu itu saya hanya membayar Rp 8500. Itu sudah termasuk teh manis hangat…..

Ehmm…. Selamat makan……

Saya harus berjalan kurang lebih 500 meter menuju warteg

Saya harus berjalan kurang lebih 500 meter menuju warteg

Tidak ada plang nama warteg

Tidak ada plang nama warteg

Tempatnya sangat bersih dan nyaman

Tempatnya sangat bersih dan nyaman

Menu beraneka ragam

Menu beraneka ragam

Warteg itu sediakan lalapan

Warteg itu sediakan lalapan

Ini menu paling menggiurkan, sambal kecap

Ini menu paling menggiurkan, sambal kecap

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s