Nge-Blog di Mana Pun dengan ‘Si Tipis’ dan Bercerita Optimisme di On/Off

Standard

Kaget lihat Aspire S3 setipis ini?

Pagi, malam dan sore Indonesia terlihat suram, buruk, dan tidak maju. Wajah itu bisa dilihat dari tontotan dan bacaan dalam media massa. Berita korupsi, penyuapan, pembunuhan, lobi politik, bahkan carut marut anggota DPR dan pemerintah yang hidup bermewah-mewahan. Namun apakah itu wajah Indonesia?

Begitu kira-kira kata Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan di pembukaan On/Off 2011 di Jakarta. Anies beranggapan saat ini generasi Indonesia secara tak langsung selalu ‘dicekoki’ rasa pesimisme. Sepertinya tidak ada yang baik dari Indonesia, tidak ada kemajuan dari Indonesia. Padahal katanya itu secara tak langsung dibentuk oleh media-media industri yang masih berkiblat kepada ‘bad news is good news’.

Anies menggambarkan kegiatan Indonesia Mengajar yang ia cetuskan. Anies bercerita, beberapa duta Indonesia mengajar beberapa saat lalu berangkat ke berbagai daerah terpencil di Indonesia. Mereka adalah sekelompok relawan untuk mengabdikan diri menjadi pengajar, memberikan inspirasi dan optimisme kepada masyarakat di seluruh Indonesia di daerah terpencil. Kata Anies, mereka itu sebenarnya sudah bisa hidup enak di Jakarta atau di kota besar lainnya dengan mengandalkan kejeniusan dan keinginannya untuk serius. Mereka pun bisa hidup bergelimpang harta dengan pekerjaan yang lebih baik. Tapi mengapa mereka ingin bersusah-susah hidup di daerah terpencil. Hidup di antara kesulitan yang menghadang?

Begitu juga dengan Dwi Tunggal Proklamator RI, Soekarno dan Mohammad Hatta. Soeharno dan Hatta di jamannya adalah kaum terdidik dan jenius. Mereka bisa saja hidup mewah di luar negeri, terlebih di Indonesia. Soekarno yang seorang konseptor kebangsaan bisa saja menjadi ‘pegawai negeri’ atau mengabdikan diri di dunia pendidikan hingga jadi seorang profesor. Begitu juga Hatta, ekonom dan bisa berguna untuk dunia.

Mengapa mereka mau bersusah-susah berurusan dengan Belanda, Jepang, dan Amerika Serikat untuk memerdekakan Indonesia? Mengapa mereka rela dibuang, terutama Soekarno, hidup sakit-sakitan. Dan begitu menderita.

Karena mereka adalah orang-orang optimis dan ingin Indonesia ini terbentuk menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Membangun Optimisme Lewat Blog

Bahkan media massa online pun tidak sedikit yang tidak menyebarkan kebencian terhadap kebijakan pemerintah atau ucapan seorang

Aspire S3 setipis buku setebal 50-an halaman

kontroversial.

Ada satu harapan membangun optimisme, yaitu lewat ‘media’ citizen journalism, salah satunya Blog. Blog memegang peranan penting saat ini, meski sudah tergerus oleh micro blogging Twitter dan sosial media seperti facebook. Masyarakat dunia maya lebih memilih menuliskan kata singkat, mengungkapkan pengalaman seru pribadi dalam 160 huruf. Itu sangat seru….

Blog mempunyai peranan besar dan penting dalam mengajak pembaca optimis. Blog bisa menyebarkan pengaruh positif lewat tulisan-tulisannya. Mengangkat persoalan, kejadian, dan apapun itu secara orisinal, apa adanya saja. Cenderung tidak ada dramatisasi, begitu pun bahasanya sederhana dan bebas.

Untuk menunjang itu, blogger membutuhkan perangkat yang memungkinkan untuk nge-blog di mana pun dan kapan pun tanpa kata ‘ribet’.

Acer Aspire S3 menjawab kebutuhan itu. Aspire S3 memaksimalkan kegiatan nge-blog. Tubuhnya yang super tipis setebal 13 mm dan super ringan dengan berat 1,4 kg memudahkan blogger mengakses informasi dan memposting dengan keadaan apapun. Terlebih komponen Aspire S3 begitu kuat dengan lapisan alumunium. Belum lagi rekatan tiap sudut yang kecil kemungkinan rusak.

Aspire S3 juga termasuk perangkat pendukung kampanye hidup hijau. Teknologi baterai yang hemat energi. Bisa menyimpan tenaga hingga 50 hari jika keadaan standby dan 6 jam pemakaian full. Baterai akan otomatis mati jika keadaan standby. Selain itu notebook ini menggunakan sistem cool airplow, atau pendinginan mesin secara alami. Udara akan masuk melalui keyboard di sisi depan. Dan akan mendinginkan mesin lebih cepat, jadi jangan khawatir mesin cepat panas.

Kelebihan lain adalah Aspire S3 ini berkoneksi internet 4 kali lebih cepat dari laptop sejenis. Penggunaan internet service-nya juga tergolong mudah, karena Aspire menyediakan layanan Acer Instant Connect.

Lalu Aspire S3 juga dilengkapi dengan teknologi suara bombastis dari Dolby Home Theater V4. Meski tipis notebook ini mempunyai spiker dengan suara dahsyat saat bermain games atau menonton film. Terlebih memori yang disediakan sangat besar yaitu 500 GB dengan 4GB DDR3. Intel Core i5 menambah ciamik perform Aspire S3

Harga? Harga yang ditawarkan untuk ‘si tipis’ Aspire S3 hanya Rp 6 jutaan. Tentu sangat pantas untuk notebook secanggih Aspire S3. Ini menjadi pilihan lain merk-merk sejenis dengan mengan desain minimanis dan tipis seperti Apel. Karena soal kecanggilan Aspire S3 tidak kalah. Dengan harga pas di kantong, anda sudah nge-Blog di mana, kapan saja, dan tentunya dengan sensasi tipis dan maksimal Aspire S3.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s