Melihat Papua dari Sisi Putih

Standard

LSM Pejuang Kesetaraan Hak Asasi Manusia Imparsial menuangkan pengamatan tentang keadaan Papua ke dalam hasil penelitian. penelitian itu banyak menyorot soal kehidupan HAM di tanah Papua. Imparsial bernyata, mengapa hingga saat ini Papua menjadi daerah tertinggal dan begitu primitif? Bukankah Papua itu indah? Bukankah Papua itu surga yang tersembunyi?

Imparsial menjawab lewat penelitiannya jika semua itu disebabkan oleh sikap pemerintah Indonesia yang melihat Papua dari sisi hitam saja. Pemerintah melihat Papua sebagai kawasan yang menyimpan orang-orang sparatis. Orang-orang itu di anggap mengganggu, bahkan mengancam kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah masih takut ada pihak-pihak yang mengibarkan  bendera Bintang Kejora.

Maka itu puluhan tahun status Papua dianggap masih berbahaya. Ratusan ribu prajurit militer diturunkan ke tanah Papua. Bahkan Kopassus pun diterjunkan. Ini sudah seperti perang saja.

Banyak kejadian mengagetkan di Papua. Penembakan liar, penculikan, bahkan pembakaran kampung. Di lakukan oleh siapa itu semua?

Saya pernah berbincang dengan korban tindak kekerasan dan HAM di Papua Dorus Wakum. Dorus mengatakan saat ini perilaku militer di Papua sudah sangat berlebihan. Suatu ketika Doros melihat ada kampung di Papua yang dibakar tentara. Tentara beralasan kampung itu tempat persembunyian gerakan sparatis Papua. Anehnya selesai membakar kampung itu, tidak ada anggota gerakan spartis papua yang tertangkap.

Peristiwa pembakatan kampung itu dilatarbelakangi kasus pembobolan gudang senjata Markas Kodim 1702/Wamena yang dilakukan oleh sekelompok orang. Penyerangan itu menewaskankan 2 anggota Kodim yaitu Lettu TNI AD Napitupulu dan Parajurit Ruben Kana (Penjaga gudang senjata) dan 1 orang luka berat.

Kelompok penyerang diduga membawa lari sejumlah pujuk senjata dan amunisi. Dalam rangka pengejaran terhadap pelaku, aparat TNI-Polri telah melakukan penyisiran, penangkapan, penyiksaan, perampasan secara paksa menimbukan korban jiwa dan pengungsian penduduk secara paksa.

Adanya korban rakyat sipil telah dilaporkan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Alasannya telah merampas kemerdekaan orang untuk merdeka. Masih banyak kasus pelanggaran HAM yang Dorus anggap dilakukan oleh pihak Tentara.

Tentara, apakah jawaban untuk menuju Papua sejahtera atau Papua merdeka?

Pemerataan Pembangunan, Janji Palsu?

Ada 15 janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat kampanye pemilihan presiden keduanya bersama Budiono, ini dia:

  1. Pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen sehingga kesejahteraan rakyat meningkat.
  2. Kemiskinan harus turun 8-10 persen dengan meningkatkan pembangunan pertanian, pedesaan dan program pro rakyat.
  3. Pengangguran turun 5-6 persen dengan cara meningkatkan peluang lapangan pekerjaan dan peningkatan penyaluran modal usaha.
  4. Pendidikan harus ditingkatkan lagi. Mutu infrastruktur dan kesejahteraan guru dan dosen ditingkatkan. Persamaan perlakuan sekolah negeri-swasta-agama. Tetap melanjutkan sekolah gratis bagi yang tidak mampu.
  5. Masalah kesehatan dengan terus melakukan pemberantasan penyakit menular dan melanjutkan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu.
  6. Swasembada Beras dipertahankan. Ke depannya Indonesia akan menuju swasembada daging sapi dan kedelai.
  7. Penambahan Energi daya listrik secara nasional. Kecukupan BBM dan pengembangan energi terbarukan.
  8. Pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari perhubungan, pekerjaan umum, air bersih, TI, maupun pertanian.
  9. Peningkatan pembangunan rumah rakyat seperti proyek rusun murah untuk buruh, TNI/ Polri, dan rakyat kecil.
  10. Pemeliharaan lingkungan terus ditingkatkan seperti dengan reboisasi lahan.
  11. Kemampuan pertahanan dan keamanan terus ditingkatkan seperti pengadaan dan modernisasi alustsista TNI/ Polri.
  12. Reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi terus ditingkatkan.
  13. Otonomi daerah dan pemerataan daerah ditingkatkan.
  14. Demokrasi dan penghormatan terhadap HAM makin ditingkatkan. Jangan terjadi lagi pelanggaran HAM berat di negeri ini.
  15. Peran Indonesia makin ditingkatkan di dunia internasional. Berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Lelah membaca janji itu, mana yang SBY penuhi? Saya tidak akan membahas. Namun satu hal yang saya ambil karena itu termasuk janji besar.

Pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari perhubungan, pekerjaan umum, air bersih, TI, maupun pertanian

Dari zaman ke zaman, mulai zaman orde baru, janji ini tidak kunjung ditepati. Pembangunan hanya fokus di pulau jawa saja, khususnya kawasan Ibukota Negara Jakarta. Pantas saja jika Aceh ingin melepaskan diri karena menganggap pembangunan tidak merata. Bagaimana jika Papua benar-benar lepas? Bisa, sekarang pun sudah ada gerakan yang mendukung itu.

LSM Pejuang Kesetaraan Hak Asasi Manusia Imparsial beranggapan sudah saatnya pemerintah melihat sisi putih dari Papua, jangan melulu berburuk sangka. dekati para pemimpin adat Papua sama halnya seperti Presiden mendekat kepala negara sahabat. Papua pun bisa berdiplomasi, hanya saja pasti ada banyak keunikan dan cara. Sudah saatnya pendekatan pembangunan dilakukan di Tanah Cenderawasih.

Sudah saatnya tidak lagi ada pendangan kalau Papua adalah Negeri paling tertinggal di Indonesia. Papua seperti itu karena Pemerintah pusat yang takut dengan ‘jarak’ untuk mengirimkan guru-guru berkualitas. Apa susahnya? Banyak pesawat di Bandara Soekarno-atta atau di Halim Perdana Kusuma.

Papua menyimpan segala keindahan, Papua menyimpan banyak kekayaan, dan Papua menyimpan banyak misteri yang harus terus dipecahkan oleh kita, rakyat Indonesia.

2 responses »

  1. Pingback: Kemerdekaan Papua « pemudabatavia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s