Mengapa Indonesia Berjaya di AFF? Lalu Mengapa Irfan Bachdim?

Standard

Minggu-minggu belakangan Persepakbolaaan Indonesia seperti jadi ‘harapan’. Harapan soal perubahan dan harapan soal impian. Maklum saja, sepakbola Indonesia bulan-bulan sebelumnya dijadikan ‘bangkai’ oleh rakyatnya sendiri. Selalu jadi cibiran – tak terkecuali oleh saya sendiri.

Tapi ternyata di ASEAN Football Association (AFF) Cup Indonesia gemilang dengan menang telak atas Malaysia dan Laos. Sekelas Asia dan menang telak, itu termasuk hal yang menggembirakan. Dua bintang pun muncul, Irfan Bachdim dan Cristian Gonzalez.

Indonesia vs Thailand dan ‘Kesialan’ SBY

Sejak terpilih pada 2004 silam sebagai Presiden RI, saya sudah bendengar soal anggapan sosok SBY sebenarnya sebagai pemimpin yang membawa bencana alias membawa sial. Singkaktnya, sistem perpolitikan Indonesia-lah yang memaksakan pensiunan TNI itu menjadi Presiden.

Anggapan itu masih berlaku – menurut saya – sampai saat ini. Di laga Laos dan Malaysia, Indonesia menang telak. Kata lain ‘Indonesia Percundangi Laos dan mengganjang Malaysia’. Kenapa menang? “Karena SBY tidak menonton pertandingan itu baik dari TV ataupun langsung,” begitu kata teman saya, termasuk saja juga.

Obrolan itu ada tiba-tiba saat saya nonton bareng laga Thailand -Indonesia di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Selasa (7/12/2010) malam. Sejak mengetahui SBY akan menonton laga itu lewat TV di Istana Tampaksiring, Gianyar, Bali, saya langsung berubah haluan mendukung Thailand. Alasannya karena saya sudah terdoktrin dengan ‘kesialan SBY’.

Memang sangat lucu sekali alasan saya itu, tapi yah apa boleh dibuat. Saya sudah banyak melihat realita dan irrasional soal SBY. Tapi ternyata ‘kesialan SBY’ tak berlaku di ‘perang garuda dan gajah putih’. Indonesia menang 2-1, itu karena gol pinalti Bambang Pamungkas.

Gol pinalti BP, saya kira bukan hal yang sensasional, bahkan bukan prestasi atas kemenangan Indonesia. Yah jelas, gol karena pinalti, bukan prestasi membanggakan. “Karena pinalti, 80 persen masuk,” jelas teman saya. Terbukti, Indonesia tidak bisa memasukan bola lewat duel antar pemain, beberapa kali ‘Garuda’ gagal menembus pertahanan Suree Sukha cs.

Ada anekdot, masuknya bola ke gawang Thailand dikarenakan saat BP menendang si kulit bundar, SBY tidak ada di depan TV. “SBY lagi buang air kecil kali yah. Dua kali ke kamar mandi,” begitu kata teman saya. Saya pun ketawa, karena begitu SBY ke kamar kecil, berarti itu keberuntungan ‘Garuda’. Tapi itu hanya guyonan.

‘Kemenangan Indonesia itu milik Asing’

“Bambang Pamungkas sudah uzur. Saatnya yang muda dan baru berprestasi,” setidaknya kalimat itu cocok dengan kondisi saat ini. Di AFF 2010, Indonesia mendewakan dua nama, yaitu Irfan Bachdim dan Cristian Gonzalez.

Nama Irfan Bachdim saat ini benar-benar digilai, terutama oleh kaum hawa. Tidak lain tidak bukan karena penampilannya di AFF, selain itu juga kerana ketanpanannya. Hanya saja permainannya yang gemilang itu hasil didikan klub di belanda seperti Ajax Amsterdam, SV Argon, FC Utrecht, dan HFC Haarlem sejak tahun 1999. Jadi bukan karena hasil didikan PSSI.

Irfan Bachdim, kelahiran Amsterdam, 11 Agustus 1988. Irfan adalah anak dari pemain sepakbola Indonesia era 80-an, Noval Bachdim yang pernah perkuat Persema Malang. Irfan didatangkan ke Indonesia dikarenakan program naturalisasi, alias karena krisis bibit di PSSI. Saat ini Irfan menempati posisi striker, gelandang , dan sayap.

Ada hal yang saya takuti dengan Irfan dan popularitasnya. Pertanyaannya, apakah Irfan akan ditawari untuk terjun ke dunia entertainment? Jika itu terjadi, saya akan meludah untuk yang kedua kalinya, setelah Sinta Jojo – yang membuat kuping saya sakit dengan nyanyian ‘Tokek Belang’ mereka.

Memang tidak salah kalau pun Irfan jadi bintang iklan mengikuti BP. Tapi apa jadinya jika pria keturunan Belanda itu jadi bintang sinetron? Membayangkannya saja, saya sudah muak. Dan jika itu terjadi, “ternyata sampai di sana tekat kuat Irfan membela Indonesia di sepakbola”. Yah mudah-mudahan tidak terjadi.

4 responses »

  1. Beruntunglah Okto, Arif Suyono dan M. RIdwan yang tampil menawan tapi nggak punya tampang rupawan. Jadi mereka kemungkinan kecil diajak maen sinetron. Amaan:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s