‘Fenomena’ Shinta-Jojo samadengan Bukan Fenomena

Standard

Saya kira ada alasan mengapa saya tidak mau menulis pemberitaan soal Shinta-Jojo. Ini bukan sebuah pembangkangan seorang jurnalis, namun saya pribadi melihat itu memang benar-benar tidak penting untuk ditulis.

Sebagai pribadi saya tidak salah untuk berpendapat seperti itu. Tapi secara profesi, saya mengaku salah. Tapi sudahlah, saya akan berpikir secara pribadi saja.

Pertama kali saya tahu Shinta dan Jojo saat seorang rekan di kantor memperdengarkan lagu dangdut ‘Keong Racun’. Sebenarnya sudah lama sekali saya tahu tahu tersebut, karena memang saya termasuk penikmat dangdut – yang lumayan maniak sekali. Namun bukan lagunya yang membuat menarik saat itu, tapi orang yang ada di layar youtube tersebut. Mereka adalah Shinta dan Jojo (itu menurut informasi orang yang mem-posting video tersebut). Sekali dua kali, ehm menarik juga. Beberapa orang bilang gaya mereka menarik, tapi saya punya pendapat berbeda.

Saya menilah Shinta dan Jojo cantik dan ada ‘sex feel’ saat mereka bergaya. Yah, saya kira mereka adalah model perempuan masa kini yang bersolek layaknya ABG kawasan selatan Jakarta. Saya bukannya berpikiran kotor, tapi itu yang saya lihat, dan saya rasakan. Yah, hanya itu saja… Shinta dan Jojo cantik dan menarik.

Siapapun bisa berpikir dan berpendapat, dan dipikir dan dikatakan seperti itu.

Menurut saya, semua bisa seperti itu, me-lip sync, dan saya rasa banyak perempuan secantik dan menarik mereka. Ini semua karena keberuntungan, dan keberuntungan tidak bisa dipersalahkan ataupun dibanggakan.

Beberapa minggu kemudian keberadaan video tersebut heboh, pertama sebuah majalah musik, majalah itu mengumpas tuntas profil mereka. Lucunya, mengapa yang dikumpas tuntas itu pribadinya. Ehm… Bingung saya.

Setelah itu video tersebut tercium oleh infotainment, yah hebohlah… Saya pun tambah bingung. Tidak ada alasan dari narasi infotainment tersebut, cuma tercatat ‘fenomena’…. Pertanyaan saya, mengapa fenomena? Siapa yang bilang itu fenomena? Sampai fox pop-nya orang yang disebut ‘masyarakat’. Masyarakat yang mana? Mereka dimintai pendapat untuk mewakili kata ‘heboh’ dan ‘fenomena’. Makin bingung saya.

Shinta dan Jojo Terjebak

Saya tidak serta merta memposisikan mereka ‘salah’, tapi saya kira mereka terlalu cepat memilih untuk menjadi artis. Mereka hanya melihat ‘popularitas’ dalam frame televisi. Kata dan persepsi ‘popularitas’ di televisi sudah dibumbui.

Apakah mereka tidak ingin hidup normal menjadi manusia biasa tanpa terusik pribadinya? Apakah mereka tidak ingin hidup normal mempunyai suami atau pacar tanpa di bayangi fitnah (pihak yang membuat mereka popularitas)? Apakah mereka tidak ingin tidur tenang tanpa dibayangi persepsi seseorang soal fitnah?

Saya sepakat dengan ucapan salah seorang penyanyi, bahwa sensasi Shinta Jojo YANG DIBUAT MEDIA tidak penting dan tidak layak disebut ‘fenomena’. Mereka terjebak dalam permainan media massa.

Harusnya Media Massa Bisa Pilah-pilah Pemberitaan (yang dianggap tidak penting)

Seorang selebriti pacaran, putus cinta, pernikahan, perceraian, bertengkar dengan kekasih, cemburu, dan sebagainya, saya rasa masih diambang menarik (tapi tidak penting). Penting artinya (menurut saya), jika hal tersebut diberitakan bisa mempengaruhi kepentingan orang banyak.

Cacian dan makian sudah banyak dialami media infotainment dan hiburan seperti online dan cetak. Meskipun sebenarnya cacian itu datang dari opini-opini oknum media lain yang tidak suka dengan keberadaan infotainment. Media itu menyebut infotainment itu salah dan hanya mempergunjing dan haram dan sebagainya, saya kira itu salah. Tapi ya sudahlah, sudah terlalu banyak pembahasan provokatif seperti itu.

Namun setidaknya media yang memberitakan pemberitaan seputar artis musisi dan tokoh hiburan, selayaknya memilih bahan berita atau isu yang menarik dan sekiranya penting. Pertanyaannya Shinta Jojo apakah penting? Jangan coba-coba membodohi diri sendiri dengan membuat sebuah (seolah-olah) kehebohan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s