Tiba-tiba Ingin Mati

Standard

Saat kepergian terus menghantui, kegelisahan berbanding terbalik dengan harapan yang ada. Aku terus dihantui rasa bersalah soal kemampuan dan diri ini yang terus melacur. Aku adalah Tuhan, kata seorang perempuan di sudut jendela itu. Aku seperti nabi, kata lelaki yang berjalan sendiri berharap sebuah kesempurnaan.

Aku tak percaya itu, aku merasa seperti bunga yang membiarkan kelopaknya diambil tangan suci. Aku seperti sepi yang terus memimpikan keramaian…

Tiba-tiba aku ingin mati dan masuk surga….

“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, atau dilahirkan tapi mati muda, dan paling tersial adalah mati tua. Bahagialah mereka yang mati muda.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s