Etalase Hujan dan ‘Menjebak’ Sang Jagoan

Standard

Tepat di hari pertambahan umurku, kamu melengkapi kebahagiaan. Sebuah penantian panjang sejak akhir tahun 2009 hingga awal tahun 2010, kamu telah ‘terjebak’ di pikiran, jiwan, dan hati.

Sebuah pengakuan telah ku sampaikan di depan Sandika Dwi Putri, perempuan yang telah mengusik hatiku selama 4 bulan terakhir. Namun akhirnya 20 Febuari 2010 semua berakhir, dia telah jadi milik kebosananku.

Senyum, tawa, canda, keanggunan, keluguan, kecantikan, dan pesonamu mengantarkanku menuju Kencana. Tempat di mana saya puas memperhatikanmu hingga mata ini tak berhenti mencuri pandangan di antara rimbunnya pepohonan. Saat itu kau begitu gagah, tetap anggun bersama rangkaian pertolongan. Maka ku sebut kau ‘Sang Jagoan’.

Setelah itu, semakin dekat, bahkan kita semakin membutuhkan perhatian. Mulailah kau terjebak, dan terus tersesat di setiap kata dan perasaanku. ‘Cinta’, mulai datang tak menentu seiring kerinduan datang tak henti meng’amini’ setiap gerakku.

“Aku ingin mengenalmu lebih jauh, aku ingin kamu menjadi kekasihku, apakah kau keberatan dengan semua ini?” Begitu pengakuanku di depannya. Etalase kaca menemani kami saat itu di kawasan Selatan.

Kau terdiam, lama sekali. Candaku pun mulai menghias di antara diammu, sesekali aku pun gugup untuk semua ini. “Nggak,” jawabmu sambil menggelengkan kepala.

Senyum kita pun terus terlempar…. Aku sayang kamu, Gembul…

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s