Cemburu Buta dan Emosional Pemuda Labil

Standard

Catatan saya yang berjudul ‘Pemuda Emosional (Diduga) Karena Cemburu Buta’ menuai banyak pertanyaan. Khusunya bagaimana memang awal permasalahan dan hubungan saya dengan si Y, pacar lelaki yang mengancam saya tiba-tiba (yang telah disebut X). Saya akan menjelaskan bagaimana hubungan saya dengan Y.

Y adalah adik kelas saya semasa kuliah, namun memang berbeda jurusan. Keakraban kami berdasarkan ketertarikan saya dengan dunia organisasi. Kebetulan Y memimpin salah satu organisasi di jurusannya. Saya suka berdiskusi soal organisasi dan politik kampus.

Obrolan itu berlanjut mulai kepada obrolan pribadi seputar dunia kerja saya dan pergaulan Y di kampusnya. Sangat menarik berbincang denganY, kami pun sudah nyaman dengan situasi diskusi seputar politik kampus dan pribadi.

Belakangan saya mendengar selentingan kabar kalau Y menaruh hati pada saya. Dan pernah Y mengakuinya. Namu itu saya anggap sebagai angin lalu saja. Banyak hal yang saya tak sukai dan tak cocok darinya. Terutama soal kebiasaan merokoknya.

Namun sebagai temen, saya tak merasa risih dengan hal itu. Tapi beberapa kali saya menyuruhnya berhenti menjadi ‘kereta api’. Itu kami anggap sebagai komedi saja. Hubungan kami sangat baik sekali.

Namun tiba-tiba saja semua jauh, entah kenapa saya tak mengerti. Kami jadi jarang berhubungan lagi, bahkan SMS sekalipun. Namun tak saya ambil pusing.

Beberapa lama kemudian Y mengaku sudah berpacaran dengan X. Saya pun senang, dan semenjak itu memang entah tak lagi berhubungan. Padahal saya sama sekali tak menyimpan maksud apapun. Tujuan saya cuma ingin berdikusi soal keadaan kampus, dan tentunya berhubungan baik sebagai teman.

Beberapa lama lagi tiba-tiba Y menghubungi saya kalau hubungan dirinya dengan X sedang terguncang. Lewat pesan singkat Y banyak cerita soal sifat kekanak-kanakan X. “Aku nggak tega mau mutusin dia,” begitu kata Y di pesan singkat. Saya tak banyak bicara soal goncangannya, hanya saja saya menyarankan Y untuk berfikir jernih dalam masalah itu. Selesai sampai di situ.

Tak lama saya melihat status facebook Y sudah berpacaran dengan X. Saya senyum dan senang, Y sudah memutuskan apa yang terbaik. Setelah itu hubungan kami pun membaik lagi, saya sering berbalas komentar di facebook.

Gelagat aneh mulai tercium oleh saya. Y terkesan kaku dalam berbahasa di facebook. Sepertinya ada yang menekannya, namun kembali saya tak memusingkannya. Cuek saja. Namun lama-lama setiap saya komentar, pasti X ikut membalas dengan makna sinis. Yah sudah, saya pun merasa dituding mengganggu hubungannya. Saya langsung remove Y dari temen facebook.

Setelah itu lama tak berhubungan, munculah peristiwa ancaman yang saya ceritakan di catatan sebelumnya.

Dari situ saya menduga amaran X dikarenakan dia cemburu X berhubungan dengan saya. Padahal tak ada hubungan spesial, mungkin tak lebih dari teman biasa. Memang semakin aneh, dan saya pun mulai berfikir analis cerdas.

Latar belakang pergaulan X dari sekolah tingkat atas (SMP-SMA) saja sudah tak begitu baik. Lingkungan membetuk dirinya menjadi lelaki yang tak perduli dengan pendidikan. Hal itu ditandai dengan sampai sekarang (2010) ia belum menyelesaikan kuliahnya. Padahal dia angkatan 2004, dan temen-temennya sudah lulus sebagian.

Saya pernah mengatakan kepada Y untuk serius belajar dan tidak kebanyakan main. Memang aneh, padahal lingkungan X adalah mahasiswa yang aktif dalam organisasi yang kebanyakan peduli dengan pendidikan. Namun saya tak mau menjadi orang paling suci di sini. Saya hanya menggambarkan siapa orang yang mengajak menyelesaikan masalah dengan berkelahi.

Semua bisa menilai, seperti apa karakter itu. Dan kalau pun ancamannya saya ladeni, ya harga diri saya jatuh dengan mempersoalkan masalah kecil seakan itu akan jadi besar.

Padahal persoalan intinya adalah cemburu buta.

Hahahahahahaha. Semoga semua ini bisa menjadikan pelajaran untuk teman-teman saya. Teruslah berfikir cerdas dan sabar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s