Bercerita Khayalan Dengan Teman Semasa Kuliah

Standard

Obrolah ‘bodoh’ di antara temen-teman saya semasa kuliah sering terjadi. Banyak khayalan yang kami ciptakan, semata-mata melepas pengat setelah 5 hari jadi ‘budak kapitalis’. Obrolan itu tak jauh dari mancari pendamping, pernikahan, dan apa jadinya kalau kami punya anak nanti.

Soal mencari pendamping, kami sudah jenuh dengan ‘cerita cinta’, ujung-ujungnya putus dan sakit hati. Kisah cinta kami semasa kuliah memang indah dan diingat sampai sekarang. Bagaimana saat itu kami menjadi ‘orang sudah’ dan tak punya banyak uang untuk pacaran. Tapi akhirnya berakhir begitu saja dengan alasan berbagai macam. Ada yang dituding selingkuh, ada yng ditinggal menikah, dan ada juga yang diselingkuhi oleh sang perempuan. Tapi ya sudahlah, kalau pun berharap semua kembali, pasti “ya”. Namun kami berfikir realistis, bahwa perempuan bukan segalanya.

Di antara kami sudah berubah, tak lagi melow seperti dulu. Namun bukan berarti kami tak romantis, hahahaha saya bercanda! Intinya kami sedang mencari cinta itu, cinta yang kelak akan berakhir di singgasanah pelaminan.

Soal perkawinan, kebanyakan dari kami adalah lulusan Ilmu Komunikasi, dan kami sudah akrab dengan alat-alat ‘syuting’. Jadi dalam pernikahan nanti kami ingin bergantian dalam urusan dokumentasi. Yah, untuk menghemat budget. Seru sekali, ditambah kelak kami akan membuat piala bergilir. Dalam piala itu akan dituliskan ‘Akhirnya Berhasil Menjebak’. Maksud ‘Menjebak’, kami sekalu memakai kata-kata itu ketika berhasil menggaet pasangan. Memang terkesan negatif, artinya terjebak dalam akal bulus kami. Namun akal bulus yang dimaksud tak negatif, melainkan sudah segala upaya untuk mendapatkan sang pendamping hidup.

Soal mempunyai anak, khayalan ini lebih seru. Kami bercanda kelak anak-anak kami akan dibatasi pergaulannya, terutama di lingkungan kami. Misalnya anak saya, “Soe (nama anak saya), kamu jangan bergaul sama Lennon (anak sidiq), bapaknya dulu penjahat.” Kami terbahak-bahak mendengar cerita itu. Hanya konotasi saja. Namun tentunya kami berharap anak-anak kami akan akrab seperi bapak-bapaknya di waktu muda. Atau mungkin bisa meneruskan band kami, asal jangan kuliah di tempat yang sama seperti kami. Semoga apa yang dicita-citakan terkabul, amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s