Perasaan Semeru: Soal Penantian di Tanjakan Cinta

Standard

Lelah enggan berhenti menanjak tebing, aku letih
Kehampaan terus menyelimuti keiring keinginan itu terus ada, aku ingin segera bertemu sang pujaan
Namum apalah daya, keindahanmu bahkan tak berani aku bayangkan… Keindahan yang selalu menghantuiku

Bismillah… Aku menajak dengan kekakuan batin…
Rencana kehambaran menusuk-nusuk kecintaanku akan alam, namun aku masih lebih mencintaimu
Sayangnya kau tak tahu, yang kau tahu adalah aku sang pemberontak, sang pendusta, dan si tukang selingkuh

Bismillah… Aku terus tak berhenti…
Rupanya terus ada, siapa yang aku fikirkan pun tak tahu!
Mereka pun terus menghujat pikiranku “jangan, jangan, jangan kau sentuh sepupuku”

Aku hanya ingin bersamamu terus hingga aku tak bisa lagi mencintai siapapun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s