“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”

Standard

Tidak banyak yang saya tahu soal istilah pejuang veteran. Namun ‘veteran’ mulai saya pedulikan saat menyaksikan program acara ‘Kick Andy’ beberapa tahun lalu, saat itu saya masih kuliah Ilmu Jurnalistik. Rasa bangga melihat veteran yang terlihat sudah tua. Dengan berpakaian seragam juang cokelat, memuat saya ingin hidup di mana lalu. Bagi saya era tahun 50-70an adalah era di mana Indonesia (khususnya Jakarta) sedang mencari jati diri. Hal itu bisa dilihat dari trand musik dan fashion yang berubah-ubah. Kadang berkiblat dari barat, kadang juga asli Indonesia.

Namun saya tak akan komentar soal musik dan fashion, kembali soal veteran!

Beberapa teman saya tanya soal pejuang veteran, mereka mengartikan veteran adalah orang yang berjuang pada saat zaman kemerdekaan Indonesia. Memang tak salah, namun saya dapat penjelasan agak detail di situs wikipedia.

“Di Indonesia saat ini ada dua kategori veteran, yaitu Veteran Pejuang Kemerdekaan bagi yang bertempur dalam Perang Kemerdekaan dari tahun 1945 sampai 1949, dan Veteran Pembela Kemerdekaan bagi yang pernah bertempur selama Trikora dan Dwikora, juga yang di Timor Timur dari tahun 1975 sampai 1976.”

Selain itu dalam wikipedia, ada juga istilah veteran yang diberikan pemerintah untuk warga negara yang pernah dikirimkan tugas perdamaian ke luar negeri untuk misi perdamaian. Hal itu adalah predikat veteran pemberian, bukan karena berjuang saat zaman kemerdekaan. Jadi ‘veteran’ pun ada jenisnya.

Sekarang bagaimana cara untuk menghargai dan menghormati para veteran di Indoensia? dengan memberi uang atau penghargaan? Tentunya jasa-jasa mereka tak terhitung. Bahkan tak berlebihan kalau ‘uang’ tak bisa membeli jasa dan pengorbanan veteran. Begitu juga penghargaan, ‘tepuk tangan’ pun tak bisa mengimbangi jasa-jasa mereka.

Di Amerika Serikat ada hari khusus untuk mengenang para veteran perang. Hari Veteran diperingati tiap tahunnya. Di negara Obama itu, veteran tak hanya mendapatkan tunjangan biaya hidup. Mereka juga mendapat perawatan kesehatan cuma-cuma, asuransi hari tua, pekerjaan, dan pendidikan. Bahkan putera-puteri veterannya pun diberikan bea siswa pendidikan. Wow!

Bagaimana di Indonesia? Para veteran Indonesia tergabung dalam Organisasi veteran yang ada di Indonesia atau Legiun Veteran RI. Organisasi itu diresmikan pada 1 Januari 1957. ‘Posisi’ tersebut terkesan aman, namun masih ada saja cerita tak mengenakkan dari pahlawan veteran.

Seperti dikutip dari pemberitaan detikcom 2007 silam, Lima organisasi veteran mendatangi Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/2/2007). Mereka mengaku nasibnya cenderung diabaikan. Penghasilan mereka pun bahkan di bawah UMR, yaitu Rp 700 ribu perbulan.

Mundur ke tahun 2006, nasib veteran pun tetap sama. Seorang anggota veteran berusia 80 tahun yang enggan menyebut namanya mengeluhkan kehidupannya yang serba kurang. “Santunan Rp 600 ribu setiap bulannya, sementara jenderal-jenderal yang tidak ikut berperang naik mobil bagus-bagus. Bannya saja saya tidak bisa beli. Tentara sekarang terlihat mewah, padahal nggak perang,” sebagaimana dikutip dari detikcom, Jumat (10/11/2006).

Memang agak miris, layak atau tidaknya hidup veteran itu tak merata. Bahkan kesejah teraan mereka dihitung dari separah apa kecacatan fisik para veteran. Bagi Korps Cacat Veteran ’45 mereka hanya diberi tunjangan Rp 22 ribu per bulan untuk 1 cacat yang diderita. Jika punya 2 cacat, maka dihitung 2 kali jadi Rp 44 ribu. “Kalau 1 tangan hilang dapat Rp 22 ribu. Kalau 2 tangan hilang, dapat Rp 44 ribu,” ungkap sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, dalam diskusi “Hari Kemerdekaan RI untuk Semua”, Senin (14/8/2006).

Maju ke tahun 2008, Presiden SBY mengatakan para veteran mempunyai jasa yang besar dalam perjuangan membela bangsa. Presiden mengatakan para veteran tidak pernah meminta balas jasa, namun pemerintah wajib memperhatikan nasib mereka. Peraturan mengenai dana kehormatan veteran yang dikeluarkan pemerintah lakukan bulan lalu, namun sejak dini belum kunjung cair. Berdasarkan peraturan dana itu memberikan melalui pemerintah daerah pada setiap veteran sebesar 1,2 juta per orang per bulan.

Sekarang sejahtera atau tidak, itulah potret veteran Indonesia. Bagaimana pun kita harus menghargai jasa-jasa para pejuang yang sudah gugur ataupun masih hidup. Mereka adalah awal dari kemerdekaan, kebebasan, dan modernisasi Indonesia. Jangan hanya menyalahkan pemerintah atas keluhan para veteran, mari bergerak untuk memperhatikan kehidupan pejuang-pejuang. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya!

One response »

  1. mas/ mbak ,pengelola web blog ini
    apa yang ditulis diatas betul ,tapi ada yang lebih memilukan lagi
    saya memiliki paman mantan tni AD
    dan telah bertugas dalam memadamkan pemberontakan DI/TII dan operasi Dwikora.tapi apa yang didapat beliau ditahan ,dipenjara ,dipecat tanpa hormat ,istrinya diambil orang dan dipisahkan dari anak-anaknya .pada saat itu beliau bertugas hampir 18 bulan di kalimantan barat bertempur habis habisan melawan nekolim inggris dan sekutunya
    tapi begitu orba berkuasa beliau dituduh pendukung pki
    padahal peristiwa g30s/pki ada di jakarta
    sedangkan waktu itu beliau ada di perbatasan malaysia
    dan atas perintah pangdam waktu itu bahwa semua prajurit kodam VII Dip , untuk menandatangani pernyataan berdiri dibelakang sukarno sebagai panglima tertinggi abri tanpa reserve .sebagai prajurit sapta margais tentu beliau pasti tanda tangan
    lantas negara apa ini ?
    mengabaikan begitu saja ribuan pahlawanya hidup sengsara
    sedangkan taipan taipan ,koruptor,dan antek antek orba hidup mewah
    luar biasa Indonesiaku
    mungkin bencana bencana ini adalah tanda dari rusaknya dan bejatnya mental para pemimpin kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s