Ku Mohon Tuhan, Aku Tak Ingin Seperti Gie!

Standard

Rasanya tak pernah aku berhenti mencari kepastian tentang perjalanan hidup yang semakin membosankan. Pada akhirnya aku mengeluh setiap berhenti, dan ingin berhenti. Namun itulah, dunia tak gampang memahami kekhilafan pemikiran radikal sepertiku. Namun itulah aku, aku pun tak mengerti apa maunya hati yang semakin terjerembak di lubang ketidakpastian.

Aku ingin seperti Gie, tapi aku tak secerdas dia. Aku tak seberani dia menghadapi semuanya sendiri. Memang ini berbeda zaman, tapi aku ingin sepertinya. Membaca semua caritanya, ada segenggam semangat untuk bisa bangkit melawan ketidakadilan. Tapi balik lagi, hidup ini harus realistis – kata seorang sahabat lama – dan hudup ini nyata tanpa warna belaka.

Ada kalanya aku juga harus berbohong dengan pernyataan aneh yang puitis. Semata-mata itu untuk semangat, harga diri, dan kebohongan batin. Tak jarang, jujur pun membawa bencana, sebaliknya, bohong justru membawa nikmat. Mana yang harus ikut, aku tak mengerti dengan keadaan ini.

Teringat saat bintang pergi meninggalkan rembulan. Aku sedih bukan kepalang. Sang rembulan dituduh mendua, dan bintang pun tak percaya kebohongan itu. Aku pun tambah sedih. Itulah, semua tak pasti.

Izinkan aku untuk jujur, dan jangan siksa aku jika mengatakan semua. Ku mohon Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s