Dua Cangkir Kopi Hantarkan Obrolan Cerdas, Serius, dan Dewasa

Standard

Sudah lama sekali tak berbincang dengan teman semasa kuliah. Tapi Minggu malam (19/7/2009) kemarin saya bertemu mereka di kawasan Jakarta Barat. Banyak hal yang kami bicarakan tanpa terencana. Mulai membahas issu-issu politik masa kini, sejarah, TNI, kebiadaban Polisi, sampai peristiwa bom Kuningan Jumat pagi lalu. Itu sangat seru, memang obrolan agak serius biasa keluar semasa kuliah dulu. Namun tentunya diselipkan dengan candaan. Itulah yang sangat meregangkan pikiran ditengah masalah yang sedang saya hadapi.

Kami bertemu di sebuah kafe Sisha di jalan Panjang, Kebon Jeruk. Segelah kopi hitam saya pesan terlebih dahulu karena rasa ngantuk sudah mengeliat di pukul 10 malam. Tak seperti biasanya memang, biasanya saya selalu terpejam di tengah malam. Obrolan dibuka dengan menceritakan kabar masing-masing. Saya juga tentunya, saya cerita soal masa-masa bingung yang sedang saya hadapi sekarang. Leo sama, tentang pekerjaannya sebagai editor freelance Global TV. Boho cerita soal skripsinya yang belum beres. Ardo cerita soal dirinya yang sedang mencari kerja, begitu pun Bayu. Sedangkan Doger hanya banyak mendengarkan. Sangat seru sekali, sampai kopiku pun habis dan pesan coffee mix. Obrolan pun diteruskan dengan hangat dibawah tenda patung.

Tak terasa jam waktu sedah menjunjukkan jam 3 pagi hari Seninnya, kebetulan kami semua tak ada kegiatan. Kami teruskan perjalanan ke rumah Bayu, namun sebelumnya ada permasalahan tempat tujuan. Tapi rumah Bayu pun dipilih, dengan catatan kami mengobrol di teras rumah karena ada bayi di rumah itu. Tambah banyak hal yang kam bicarakan, terutama soal masa depan, gaji wartawan yang kecil, penikahan, cinta, wirausaha, sampai mebericarakan percintaan Leo dan Dedew.

Pembicaraan kisah cinta Leo denga Dedew menjadi topik utama karena berkaitan dengan semua perbincangan kami. Di antara sahabat semasa kuliah, Leo-lah yang jarang berbicara soal cinta. Bahkan urusan cinta pun ia jarang punya. Soal pacaran dengan Dedew, itu sudah menjadi wacana kami semenjak kuliah. Memang itu fakta, Leo tertarik dengan Dedew. Saya kaget saat mengetahui Leo memang sudah pacaran dengan Dedew, saya juga sekaligus senang bukan kepayang. Banyak hal yang kami bicarakan, semua sangat dewasa, cerdas, dan serius. Saya jadi semangat di tengah kebimbangan yang sedang saya hadapi. Thanks Guys, kapan kita kumpul lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s