Selalu Merasa Kurang dan Bersalah

Standard

Memang masih terlalu muda saya bicara soal kehidupan. Namun seorang teman pernah bilang kalau seorang lelaki tak akan pernah dewasa, ‘the boy is still the boy’. Saya tak ambil pusing dengan istilah itu, yang penting ‘I am the boy, not more’.

Tiap kali saya berfikir soal ungkapan kalau manusia nggak akan pernah puas. Apa karena itu saya selalu berfikir selalu kurang? Tapi mengapa rasa bersalah tetap menghantui saat saya berbuat kesalahan setitik. Mungkin memang saya belum dewasa, tapi apa alasan lain?

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s