Apalah ini sebuah balada sejarah

Standard

Kepada yang terhormat yang namanya cinta. Sungguh aku tak mengerti kau memberi kutukan apa kepada manusia seperti aku. Hendak ku rubah takdir ini yang semakin bahagia. Aku dan dia adalah satu hati.

Sekarang, hanyalah ketidakjelasan tentang keikhlasan cerita masa lalu. Ada apa dengan masa lalu, aku ingin terus bersamanya. Aku sudah melupakannya, sayang. Namun sejarah aku adalah membosankan karena hati semakin gugup menerima takdir. Ini karma, namun tidak dengan cintaku yang semakin terang.

Apa yang harus aku katakan kalau semua ini semata-mata untukmu sayang, aku milikmu. Ku tunggu kau, kalau tidak ada lebih baik kita akhiri cerita ini.

5 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s