Ladang Kesepian

Standard

Betapa luasnya ladang itu, banyak yang cerita tentang keadaannya yang gersang. Daun yang tak lagi berperasaan menghadangku jauh sebelum aku tau di mana dia. Tapi aku tau sekang, aku tak sepi di ladang itu.

Kau pun tak tahu ke mana! Aku datang, sayang. Ku bawa cinta ini kembali, ku bawa serta keabadian kasih Tuhan. Ku berharap kau seperti Maria di tepian laut mati. Atau Apolo yang setia menunggu surya tenggelam. Aku hidup untukmu, bersama kekekalan asmara kita.

Aku hanya ingin kau melihat ketidakpastian ini. Kekacauan yang terjadi di akhir perbincangan kita. . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s