Cinta Memang Tak Harus Memiliki

Standard

Betapa dalam ku meninggalkan apa yang sangat aku cintai. Tanpa jawab dan sepatah kata pun. Padahal aku ingin terus mencintaimu, sayang. Selamanya.

Namun rasa ini bukan milikmu, punyamu, dan kewajibanmu. Tapi ku yakin ini hak aku untuk selalu mencintaimu. Ku ingat kau saat hati ini beku, dan hampir saja berangkat mau pergi. Aku teriak, “di dalam keramaian aku masih merasa sepi, dan aku sendiri memikirkan kamu.”

Aku malu menyebut namamu, memohon untuk kembali padaku. Maka, aku terima kamu memutuskanku. Namun aku belum ikhlas kau pergi . . .

Aku mencintaimu, meski tak harus memiliki

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s