Atas Nama Uang

Standard

Semenjak SMP saya selalu dibilang ‘si banyak omong’, ‘tukang kritik’, dan ‘si kurang kerjaan’. Hal itu karena saya banyak bicara apa yang tidak disuka dan dianggap tidak adil. Memang kebanyakan itu berhubungan dengan diri saya sendiri. Saya banyak menemukan ketidakadilan…..

Namun saya sadar, mengapa orang-orang itu gerah dan tak mau mendengar keluhan saya. Itu semua ‘demi uang’ dan ‘Atas Nama Uang’ yang menjadi ayat-ayat pembenaran mereka.

Apalagi saat ini saya bekerja di media dan banyak menemukan sisi lain dari sebuah ‘kebanggaan’ . . .

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s