Temukan Jawaban di Cosmopolitan FM

Standard

Saya mendapatkan pelajaran penting saat mendengar Cosmopolitan. Dari sebuah obrolan di radio itu saya banyak mengambil soal makna hidup. Sudah 4 bulan terakhir saya sering mendengar istilah ‘Keluar dari zona kenyamanan’. Saya mengira itu hanya selogan ringan semata. Namun ternyata hal itu adalah jawaban dari pertanyaanku selama ini. Paling tidak saya harus banyak menyadari kalau apa yang saya jalankan adalah bagian dari kehidupan. Saya pun sadar kalau apa yang saya jalankan saat ini, belum ada apa-apanya. Masih ada yang harus saya ketahui dari kehidupan jurnalisme profesional.

Doakan saya, saya akan keluar dari Zona itu . . .

4 responses »

  1. aku punya cerita nih, mantan bos aku adalah org yg sangat fanatik menganut faham ini (keluar dr zona aman) plus satu lagi yaitu “manajeman konflik’, karean beliau sangat percaya dan yakin terhadap paham tsb maka yg dilakukannya adalah setiap hari dia membuat suasana kantor terasa sangat tdk nyaman dan selalu membuat konflik antar satu departemen dgn departeman yg lainnya(tujuannya agar saling mengoreksi, katanya sih) tapi apa kejadiannya , banyak karyawan yg resign (kurang lebih 70%) dari level GM,manager sampai staff dan spv juga bag lapangan dan semua alasannya krn merasa tdk nyaman dan bosan terhadap konflik yg tdk ada habis2nya, dan omzet perusahaan jeblok dan tdk pernah kembali seperti sediakala sebelum faham ini dilaksanakan, mohon masukannya atas kasus ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s