Senandung Pengakuan

Standard

Senandung maaf tak kan bisa sembunyikan kata-kata indah yang teruntai dari lubuk hati. Namun ada satu hal yang busi mencairkan suasana itu. Suasana di mana kita pernah bermandikan kasih sayang. Ingin sekali saya ke sana menjemput sang surya. Berharap dia akan menerangi setiap langkah. Bahkan memanjakan kelelahan di sanubari.

Sayang . . . malam ini sepi sekali. Seperti tak ada nafas yang menyisahkan kepedihan ataupun kebahagiaan. Yang ada hanya kelelahan 1 hari di bawah terik. Namun itu sirna sesaat karena melihat pesan singkat di ponselku.

Ada puisi yang sangat puitis jika dibaca perlahan, namun ada juga puisi yang sama sekali tak seromantis kata-katanya.

Namun hanya ada satu perempuan yang bisa membuatku tersenyum setiap saat karena malu akan pujian dan kata-kata sayang.

perempuan itu adalah kau, sayang . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s