Kost Bebas = Bebas ‘Bercinta’

Standard

Saat ini saya sedang mencari kamar kost di kawasan Jakarta Selatan, mengingat jam kerja saya sebagai jurnalis kurang jelas. Kadang pulang terlalu larut, atau sebaliknya liputan terlampau pagi. Ini sangat melelahkan badan dan pikiran saya sendiri.

Bayangkan saja, rumah saya di Tangerang. Waktu yang dibutuhkan naik motor dari Tangerang sampai Warung Buncit sekitar 1 sampai 2 jam. Dengan kata lain, pulang pergi waktu yang dibutuhkan sekitar jam. Berarti 4 jam waktu saya tak berguna, hanya di jalan.

Waktu yang tak berguna itu kadang membuat saya benar-benar harus memutar otak. Misalnya saya liputan malam, berita yang saya dapatkan harus saya laporkan paling lambat pukul 9 pagi. Sedangkan setidaknya saya harus standby di sebuah tempat (Kampus di Kebon Jeruk) untuk menunggu tugas. Ada dua pilihan sederhana yang harus dipilih. Pertama laporan sebelum jam 9, atau laporan setelah saya sampai di tempat standby?

Bisa saja laporan sebelum jam 9, tapi itu sebuah pilihan yang berat. Saya terlalu lelah untuk bangun pagi karena terkadang pulang terlarut malam. Atau mau laporan setelah sampai tempat standby, terlambat sekali.

Saya pun banyak konsultasi dengan teman-teman dari Indigo dan mulai bertanya tempat kost yang enak. Ada beberapa pertimbangan soal tempat kost yang saya cari;

1. Daerahnya aman untuk motor dan nyaman untuk istirahat.
2. Harga standar sekitar 300 ribu sampai 400 ribu.
3. Kawasan bebas banjir
4. Bebas waktu berkunjung, bebas menerima tamu, dan bebas dari ocehan pemilik kost yang mempunyai segudang aturan

Syarat itu langsung saya katakan ke semua teman. Pertama yang ada dalam benak mereka adalah “amanlah pokoknya, bebas bawa cewek,” kata salah seorang teman.

Saya pun terdiam memasang muka senyum.

Setelah usut punya usut, ternyata tak ada kost yang sebebas itu. Semua punya semacam aturan tak tertulis, yaitu di kost pria nggak bisa masukin perempuan, begitu pun sebaliknya.

Mendengan celotehan itu, saya berfikir murahan sekali orang itu. Pikirannya kental dengan orientasi seks. Padahal sepasang lawan jenis yang berada di sebuah ruangan, apa akan selalu berorientasi seks?? Bisa ya mungkin, apalagi kalau mereka pacaran.

Saya mencari kost yang bebas seperti itu karena pergaulan saya tak mau dibatasi. Saya mau tempat kost yang nyaman, aman, dan tak banyak aturan.

Ada Rokomendasi?? Tulis komentar ya. Sekalian alamat, harga, dan keamanan.

9 responses »

  1. mudah2an cepet dapet mas kost-an nya, kalo nggak dapet nge-kost di samping kontrakan saya aja… cuman 200rb, kamar mandi di luar,,, yah, namanya juga pengangguran kontrakannya gitu lah,,,,

  2. banyak kl mau mah,dr yg bebas jam mlm,bebas bawa cewe,sampai bebas tidur selamanya asal ga bebas bayarnya aja……….
    hehehehehehe…….
    kidding sobbbb……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s