Haruskah Jurnalis Online Pakai ‘Tape Recorder’?

Standard

Tanggungjawab dan berdedikasih tinggi kepada profesi bukan lagi menjadi modal utama untuk menjadi sorang jurnalis. Namun lebih dari itu, sebagai jurnalis harus berkomitmen penuh dengan etika dan kode etik jurnalistik. Bahkan jangan pernah kompromi dengan etika junalis.

Mengapa saya bicara soal itu, baru-baru ini saya sering berhadapan dengan protes-protes dari narasumber soal reportase saya di detikcom. Banyak dari mereka yang mengeluhkan soal kutipan yang dianggap salah. Saya tidak bisa membela diri karena terus terang saya tak punya bukti untuk itu. Bukti di mana ucapan si narasumber berbekas di sebuah tape recorder.

Saya adalah wartawan online yang berusaha membiasakan diri mencatat segala laporan saat reportase dengan cepat, jelas, dan akurat. Hingga titik-koma, mimik muka, gerakan tubuh harus terekam dalam secarik kertas. Itu adalah modal seorang jurnalis online.

Namun suatu kali profesi wartawan yang selalu menegakkan keseimbangan tanpa memihak pun diragukan. Wartawan seharusnya harus menempatkan diri sebagai manusia yang tidak boleh memilih dan berat sebelah. Memang sangat berat apa yang saya alami.

Haruskah jurnalis online memakai recorder??

Namun saya suka tantangan ini. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s