Catatan Si Kambing Hitam

Standard
    eby-wisuda.jpg

Kamis (23/10/2008) wisuda, banyak sekali pengalaman kuliah yang tak kan saya lupa. Mulai dari tidur di kelas, jadi tukang protes di kampus, sampai pada kisah cinta yang tragis. Saya sebut ini semua sebagai “Perjalanan Mahasiswa Kambing Hitam”. Saya menjadi kambing hitam, karena saya merasa tak pantas mempunyai cerita yang saya anggap sama sekali tak nyata. Tapi akhirnya, saya sadar, apa yang saya lewati semuanya yata dan apa-adanya.

Saya masuk Fakultas Ilmu Kumunikasi, karena mempunyai cita-cita menjadi seorang jurnalis. Jurusan Jurnalistik pun saya pilih untuk mengembangkan itu semua. Memadukan antara harapan dengan realita kampus. Tak banyak orang tahu dan sadar – bahkan sahabat saya di kampus – kalau kampus tempat saya kuliah penuh dengan ketidakadilan. Mulai dari anggapan sinis tentang mahasiswa ‘nggak gaul’ sampai banyak sekali kebohongan – kebohongan yang dilakukan oleh pejabat kampus.

Saya pun banyak mengeluh soal keadaan kampus yang serba tak menentu. Pertanyaan pertama adalah ‘apa yang harus saya lakukan saat ini?’. Menjadi pengecut atau pecundang sekalian. Menjadi muka tembok atau mahasiswa tak punya malu. Atau menjadi mahasiswa gadungan.

Suara Kami hadir menjawab kegelisahan saya. Tempel menempel menjadi kerjaan saya setiap hari selai kuliah di kelas. Banyak yang menggap kalau saya eperti tak mempunyai pekerjaan lain. “saya kurang kerjaan,” begitu tanggapan mereka. Namun jelas sekali mereka salah. Dengan tulisan itu, sistem kampus berubah, dan orang-orang yang menggap dirinya sebagai orang yang patut di segani pun hanya bisa diam. “Mereka seperti anjing menunggu tulang,” itu kaya yang pantes untuk mereka yang benci dengan pemberontakan saya.

Saya pun harus menelan pil pahit dengan pemberontakan itu, dijauhi kawan, diinjak lawan, bahkan orang tercinta pun menjauh. Entah kemana mereka, saya pun dianggap mendua olehnya.

Cerita demi cerita tak pernah saya lupa karena semua ini jawaban soal hidup terhormat atau menang dengan damai.

2 responses »

  1. #Merdeka Barat, 22/10/08, 22.00 wib #
    heemmm kya na ga segitu nya juga kaLeee… (aga’ Lebai) he3
    Lo ga se-hitam si kambing, atau se-cupu si anak ga gauL..
    Lo eksis, tapi Narsiz..
    Lo berani bikin pergerakan ‘geriLya’ tapi kurang jeLas… hahahaha
    saLut dech buat smua usaha Lo meneLan si PiL pahit tersebut.
    smOga, ada rasa manis setelahnya… (hopefuLLy)
    turut pRihatin juga ma kisah cinta Lo yg Tragis, tapi tetep maniz khan…
    saran saia untuk anda ya pa eby, jgn Lupa’in temen2 yg duLu berada di sekitar Lo. biar bgmn pun, se-pahit apapun, Lo harus ingat mereka tu temen Lo. jgn mpe dicekaL kya Dewi Perssssssik, dikutuk ma mpu gandring karna jadi udang yg Lupa ma bakwan nya…
    btw, Congrate’s ya besok di Wisuda.. doa’ken saia & diya cepat menyusuL anda. tapi ga jadi wartawan infotainment juga, tetep jadi reporter Radio aja dech kya na.. hahahaha
    Pizz…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s