“Kita Harus Bicara . . . ! ! !” (Soal Mengapa Sampai Bisa Berhubungan Seks)

Standard

Begitu kata Andy ke pacarnya, Shanty. Dia begitu marah lantaran Shanty keterlaluan tidak memahami perasaannya. Namun Andy sadar kalau dirinya harus menghadapi kerasnya hati Shanty. Rencanyanya lusa mahasiswa Tehnik Universitas Indonesia akan bertemu pacarnya entah di mana belum direncanakan. Dia akan mengeluarkan isi hatinya.

Shanty adalah sosok wanita yang berbeda dengan wanita lain. Namun wanita tetaplah wanita, butuh kasih saying yang lebih dari seorang pria.

Sudah seminggu ini mereka minim komunikasi, bahkan untuk SMS pun seakan tak ada waktu untuk Shanty. Andy merasa kalau ada sesuatu dengan kekasihnya, apa itu? Andy terus berpikir setengah mati.

Romantisme tepi pantai, Andy harap bisa mencairkan amarahnya kepada Shanty. Namun ternyata tak bisa . . .

“Kamu tuh ada apa sih sebenarnya? Aku nggak ngerti. Apa susahnya sih kabarin aku? SMS aja nggak dibales. Kenapa?,” tanya Andy dengan penuh curiga.

“Nggak ada apa-apa Di. Aku baik-baik aja kok,” tandas Shanty dengan datar.

“Aku nggak tau, kenapa juga seminggu ini perasaanku aneh banget. Aku jadi nggak percaya sama kamu. Apa kamu nggak saying lagi sama aku?,” tanya Andy dengan nada bicara tegas namun lemas.

Shanty diam sejenak, suasana pun tiba-tiba penuh dengan pertanyaan dan sangat sunyi sekali. Andy bergeser 2 langkah ke depan Shanty, lalu mengambil batu dan melembarnya ke laut. Shanty yang masih diam membisupun memegang tangan kiri Andy . . .

“Maafin aku, Di. Aku salah, tapi aku bisa jelasin semua ini. Aku mau jelasi apa yang aku alami selama 2 minggu ini,” ujar Shanty dengan tajam menatap Andy.

Mereka duduk di atas pasir pantai dengan santai.

“Aku bertemu dengan kesempurnaan, Di. Aku bertemu dengan jodoh aku. Aku bertemu dengan lelaki pujaan. Sekarang aku memutuskan untuk menikah dengan dia, aku percaya dia bisa membahagiakan aku. Aku minta maaf, Di. Aku harus memilih di antara yang terbaik,” aku Shanty dengan berurai airmata.

Andy hanya bisa diam dan terus mendengarkan Shanty bercerita awal pertemuannya dengan Sam. Rupanya mereka dijodohkan dan berencana menikah bulan depan.

“Sam menerima aku apa adanya Di. Dia begitu baik dan bisa mengerti apa mau aku. Aku nggak bisa terus hidup dengan kamu, dan aku pun nggak nyesel sama apa yang kita lakukan selama ini. Aku ikhlas kalau aku sudah nggak perawan. Sam sudah tahu, dan dia memahami keadaan kita,” lanjut Shanty.

“Aku pergi, selamat tinggal. Assalammualaikum,” pamit Shanty.

Andy terdiam, ia hanya bisa termenung menyesali apa yang telah diperbuat dengan Shanty, termasuk saat berhubungan seks.

3 tahun Andy berpacaran dengan Shanty, awalnya hubungan mereka selalu diwarnai dengan kerinduan dan rasa cinta yang mendalam. Namun menginjak usia 2 tahun berpacaran, mereka mulai berani mengumbar kemesraan di depan umum. Walaupun ahanya sekedar berpelukan di warung dekat kampusnya.

Andy yang hampir menginjak semester akhir, kegiatanya mulai berkuarang. Untung ada Shanty yang selalu mengisi kekosongan waktunya. Di sela-sela waktu kosong, Andy kerap bermain ke rumah Shanty, begitu pun sebaliknya. Dalam pikiran Andy, daripada tidak ada kerjaan, lebih baik menemai Shanty. Setiap waktu luang itu selalu diisi dengan kemesraan – terlalu mesra bahkan. Mereka semakin intim hingga berani melakukan hubungan seks atas dasar cinta. Begitu berulang mereka lakukan untuk mengisi waktu luang.

Sampai akhirnya, Shanty sadar kalau hubungan mereka kotor dan perlu diakhiri. Shanty luar biasa menyesal, begitu pun Andy.

2 responses »

  1. menangis membaca critanya. seakan menguak lg luka itu
    pedih teririh. ngilu. amat dalam lukanya. hampir memutus jalur darah dalam tubuh………..
    butuh waktu bertemu dan jelasin keadaan ini………
    salam buat yang spesial…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s