DPR Pelihara Preman

Standard

eby.jpg

Baru-baru saja saya acuh dengan imej DPR yang penuh skandal. Dari korupsi sampai seks bebas di gedung terhormat itu. Tapi sekejap perasaan acuh berubah jadi penasaran dengan isu kalau beberapa fraksi DPR mengangkat preman menjadi ajudan ataupun penjaga ruangan anggota dewan.

Hari ini saya ditugasi ke DPR untuk menemui Ajie Masaid, fraksi Demokrat. Hasil bertanya kepada satpam dia ada di lantai 9 gedung utama. Saya pun masuk karena waktu yang teramat sempit. Kira-kira pukul 2 siang.

Sesampainya di lorong lantai 9, saya mulai mencari – tentunya dengan bertanya. Ada 3 lorong di sana, semua saya masuki. Tapi Ajie Masaid tidak ada di tempat.

Tiba-tiba ada pria berbadan besarm dan bermata tajam memakai eye Shadow hitam dengan nada kasar memanggil saya,

“hey mau ke mana, cari siapa?.”

“Mau cari Ajie Masaid,” jawab saya.

“Tuh ruangannyam nggak ada orangnya,”ujarnya sambil menunjuk ruangan yang sempat saya sambangi.

Saya pun diam, dan ber fikir, “siapa dia.” Dugaan kuat kalau dia bukan petugas keamanan menghampiri pemikiran saya. Pasalnya pria itu memakai baju rombeng dan bertampang kucel.

Lagi pula ruangan yang dia tunjuk bukanlah ruangan Ajie Masaid. Itu berarti ada yang tidak senang dengan keberadaan saya di sana.

“Hey kalau mau keluar, lewat situ,” ujarnya sambil menunjuk lift. “Curiga aja sama lu masuk-masuk ruangan, nggak meyakinkan aja,” lanjutnya bicara dengan nada menyindir, tapi tak melihat saya (bicara di belakang).

Saya tidak menghiraukannya, karena memang tugas saya selesai.

Setibanya di lantai dasar, saya ngobrol dengan salah seorang wartawan DPR. Ia mengaku memang seperti itu, tapi itu di putihkan (sah-sah saya) oleh anggota DPR yang menggat preman.

Lagi pula bisa saja si anggota DPR mempunyai hutang politik dengan berjanji kalau terpilih si anggota DPR itu akan memberikan lahan pekerjaan. Bisa jadi si preman itu pernah membantu si anggota DPR dengan menggalang massa sewaktu kampanye.

Tentunya si preman di ambil dari wilayah pemilihan. Misalnya jika daerah pemilihannya itu di Jakarta Pusat, si anggota DPR akan memilih preman Tanah Abang untuk diminta bantuannya menggalang massa.

Bukan hanya untuk menggalang massa, si preman juga bisa di manfaatkan untuk melindungi dirinya dari lawan politiknya.

Jadi jangan kaget jika Anda mendapatkan perlakuan kasar dari salah satu pengawal anggota DPR. Mengapa? Karena pengawal anggota DPR itu mempunyai kecerdasan yang minim, dia hanya mengandalkan otot, bukan otak.

So, pantas saja terjadi Tawuran di DPR. . .

4 responses »

  1. iya nih, hal yang sama kalau ada tender dipemerintahan…
    orang kuat selalu pakai preman..

    owh beginilah kalau hidup di negeri PremanšŸ˜¦

    *jangan2 blog ini milik preman ? :))

  2. NUMPANG BACA AAH ADA TULISAN DPR YG PIARA PREMAN…NGASIH MAKANNYA GIMANA YAAA…KALAU DI RAGUNAN KAN BIASA TAPI KALAU DISENAYAN MIARA BINATANG YG NAMANYA PREMAN..BAYANGIN SAJA KALAU SETIAPA ANGGOTA DPR MIARA PREMAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s