Polisi: ‘Kami Siap Mengerjai Anda’

Standard

Sabtu kemarin saya ngepos di Polres Utara. Pagi sekali saya datang, kira-kira jam 9. Jam 12-an Silet datang, saya pun dapat teman ngobrol.

Kira-kira jam 1 ada 3 orang berpenampilan lusuh datang menanyakan tempat membuat surat jalan. Saya pun menyuruh dia bertanya ke bagian informasi. Dengan wajah tak tahu apa-apa, mereka jalan.

“Mau apa?,” ujar kasar salah seorang polisi. Saya terkejut dengan nada bicara polisi itu. Sangat tidak pantas dengan motto ‘Kami Siap Melayani Anda’ di setiap kantor polisi. Saya terus mendengar percakapan mereka karena jarak saya tak begitu jauh dengan ruang informasi.

3 orang itu terus diintrogasi layaknya seorang penjahat. “Memang mau ke mana kalian? Orang nggak punya apa-apa kok pergi,” ceramah polisi pasang muka sangar itu.

Kurang lebih 1 jam diceramahi, polisi yang ‘banyak omong’ itu menyuruh mereka ke Polsek Penjaringan untuk mengurus surat jalan. Dengan wajah lusuh dan senyuman terpaksa, mereka pergi.

Imam, salah seorang dari mereka saya tanya, “mau ke mana?”. Katanya mereka mau pulang kampung ke Tegal. Kata teman-temannya, supaya terjamin di jalan dia sebaiknya membuat durat jalan di kantor polisi. “Ya udah saya ke sini,” ujarnya.

Mereka pun langsung bergegas ke Polsek Penjaringan. Selang 30 menit, mereka kembali.
“Gimana ada,” tanya perugas jaga berbaju Provos.
“Katanya di sini pak buatnya,” jawab Imam, bapak tua berambut putih.

“Ya sudah tunggu dulu di luar, saya tanya dulu,” suruh Provos itu.

Imam dan kawan-kawan pun menunggu di luar. Mereka bekerja di pelabuhan Tanjung Priok sebagai buruh serabutan. Apa saja di kerjakan. Imam punya istri dan 3 anak di Tegal. Sedangkan temannya, Udin dan jaka hanya menumpang di kontrakan Imam di Muara Angke.

“Hey ngapain duduk di luar di depan pintu. Malu-maluin aja, ayo masuk,” bentak sang Provos.

“Kalian itu, manusia apa bukan sih,” kata polisi yang menyuruh mereka ke Polsek Penjaringan.

Di dalam mereka kembali di ceramahi, soal apa saya tak tahu jelas. Yang pasti sangat kasar sekali perkataan polisi itu.

Akhirnya mereka mendapatkan surat jalan yang seharusnya bisa di keluarkan di Polres Jakarta Utara. “Trimakasih,” ujar Imam.

Sungguh malang, mereka ! ! ! !

4 responses »

  1. Wah emang Biadab itu Polisi,,,,Tulisan “kami siap Melayani Anda’ itu dibuang saja,,,atau diganti “kami siap membantu Anda jika kasih Duit”” hehehe,,,

    kecuali kalau pelayanan mereka emang bener2 bagus,,,,,,

    Terus maksud tulisan eby “Polisi: Kami Siap Mengerjai Anda”

    Maksudnya?

    Eby dah ngerjain apa ke itu Polisi? hihi,,,,

    saL4M,,,

  2. ugh, tega bet tega si tuh “polisi”..

    “Kalian itu, manusia apa bukan sih,” kata polisi yang menyuruh mereka ke Polsek Penjaringan.

    ini neh kta2 yg paling dualem bgt..
    so shrusny dy yg nanya ma dri dia sndiri..??

    mna ada manusia memperlakukan manusia laen seperti itu?

    g baik tuh

  3. kalian manusia atau bukan???

    buset dah?
    mosok sih sampai segitunya?
    ditutut bisa gak ya?

    moga bisa lebih professional deh kedepannya
    dan gak salah salah tangkap lagi ;;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s