Kenyang! Langsung Masuk Kamar (2)

Standard

Pelayan = Pelacur

Saya penasaran dengan apa yang dibilang oleh si supir itu. Tapi dari penampilan mereka memang meyakinkan dan menunjukkan sebagai seorang pramuria. Ehm. . . saya tak ingin banyak bertanya karena waktunya yang sempit. Waktu menjunjukkan pukul 9 malam.

Saya melihat ke arah kanan ada pelayan dengan pakaian seksi. Dia sedang tidak bertugas, dalam pikiran saya dia sedang menunggu pelanggan. Saya menghampirinya pura-pura bertanya makanan. Obrolan saya pun langsung mengarah soal namanya sampai pekerjaannya.

Pelayan itu bernama Rita, perempuan Tionghoa 24 tahun asal Bandung. Rita sudah 1 tahun bekerja di Batam. Awalnya Rita diajak oleh pamannya untuk dijadikan TKW di Malaysia. Namun gara-gara perusahaan TKWnya bangkrut, Rita pun terdampar di Kota Nagoya.

Dia bekerja di kios penjualan elektronik, namun lagi-lagi nasib sial menimpanya. Baru sebulan bekerja, Rita dipecat gara-gara tak punya keahlian. “Ya udah aku mulai sadar diri untuk mencari kerja,” ujar Rita. Sampailah Rita ke sebuah tempat makan. Tanpa pikir panjang, Rita menerima pekerjaan menjadi pelayan. Mengantar makanan, membukakan botol Beer Tiger.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s