Jawaban 3 Juni

Standard

eby2.jpgMasuk ke jajaran detikcom adalah harapan semenjak SMA. Meski saya terkenal gaptek saat itu, namun semua saya patahkan. Sampai saat saya harus memilih masuk kuliah di UNJ juruan MIPA atau di Universitas Indonusa Esa Unggul jurusan Jurnalistik. Saya pun memantabkan masuk ke kampus Swasta yang ‘sederhana’ itu sebagai mahasiswa Jurnalistik.

Jujur, tidak ada kebanggaan masuk ke kampus itu. Tapi bukan kesempurnaan yang saya cari, tapi saya akan membuat sesuatu yang sederhana menjadi sempurna. Apa pun saya lakukan, dari ikut organisasi sampai bergaul dengan orang-orang ‘brengsek’ kampus.

Tapi apa yang saya dapat untuk sebuah kesempurnaan itu?

Ada, saya dikucilkan gerombolan kapitalis kampus. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang sudah di bungkam bulutnya dengan uang kapitalis. Otot mereka pun dipelihara untuk menghantam mahasiswa yang anti kebijakan kampus.

Hina sekali mereka. Hina karena mereka telah menghianati cita-cita luhur Gie.

Tapi apa yang saya dapatkan 3 juni lalu adalah sebuah jawaban kalau kesempurnaan itu telah ada.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s