Takut Melihat

Standard

Kepada: dia

 

Hanya diam tak menentu di dalam ketiadaan. Saya diam, menutup mata, dan tak berjalan.

Rasanya lelah sekali untuk ini, mengejar cinta penuh gundah.

 

Percuma saja kalau tak ada percaya, karena cinta butuh itu.

Percuma saja kalau tak mengerti, karena sayang perlu itu.

Dan percuma saya teriak, memohon dia untuk kembali kedalam pelukanku.

 

Aku memujamu sayang, aku menyembahmu sayang, aku amat mencintaimu”

 

Meski percuma, mata terus melihat, telinga terus mendengar, dan kaki masih berjalan.

 

Sungguh enggan melihatmu, karena Si Kera itu.

Karena Si Kera yang tak punya pikiran, semua kacau.

Hati gagal terbawa, dan cinta pun terbang entah kemana.

 

Rasanya aku takut melihatmu, Bintang.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s