Rindu Kehadiran Bintang

Standard

Kepada dia

 

Sahabatku saat ini hanya langit, dia setia menemani

dalam diam ku terlelap mendengarkan Jazz, santai seharusnya

 

tapi mengapa aku tegang?

 

Rupanya ini karena dia, ya . . . dia yang dulu ada.

Sekarang memang masih ada, tapi seolah-olah ditiadakan.

Seolah ku dilupakan, namun aku tak berusaha melupakannya.

Dia yang memberi arti disetiap nafas, tapi sekarang ku sendiri mengerjakan catatan-catatan harian.

 

Dulu . . .

Ku mengeluh soal keadaan yang semakin tak menentu,

 

sekarang tidak,

dia pergi “Seolah-olah pergi”.

 

Tapi aku menunggunya,

di payung pertama aku ungkapkan isi hati.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s