Category Archives: Review

SOTOJI, Sensasi dan Gaya Baru Menikmati Semangkuk Soto

SOTOJI, Sensasi dan Gaya Baru Menikmati Semangkuk Soto

SOTOJI Tutupi Muka Saya...

Bagaimana jika makanan khas Indonesia, soto yang biasa Anda buat kapan saja dan di mana saja? Dan apa jadinya jika soto itu bukan lah soto ayam atau sapi, tapi soto jamur? Bisa bayangkan? Hahaha… tak perlu dibayangkan, karena barangnya sudah ada. Anda bisa kok buat soto jamur yang nikmat. Coba saja SOTOJI.

SOTOJI itu kependekan dari Soto Jamur Instan. SOTOJI hadir menawarkan sensasi merasakan soto yang tidak biasa. Kini Soto Jamur, pernah ada yang jual? Sepertinya jarang.

Cara memasak SOTOJI sangat mudah, tidak sesulit membuat bihun goreng, bihun rebus, atau soto yang perlu merebus kaldu ayam. Anda cukup mulai dengan menyobek kemasan SOTOJI yang berwarna hijau dengan tulisan besar SOTOJI: Soto Jamur Instan di sisi kanan untuk memulai menikmati SOTOJI.

Rebus bihun dan jamur yang berada dalam kemasan selama 2 menit-an dalam air yang sudah mendidih di atas kompor. Saya menyarankan jangan semua jamur direbus. Sisakan sebagian jamur sebagai taburan.

Sotoji Siap Saji

Menunggu rebusan selesai, buka saset bumbu-bumbu. Beri air panas untuk kuah, dan aduk agar tercampur. Setelah bihun matang dan lunak, tiriskan. Buang air hasil rebusan. Bihun yang sudah ditiriskan masukkan ke dalam mangkuk yang sudah berisi kuah. Tahap akhir taburkan jamur yang tidak direbus. SOTOJI pun siap saji. Agar lebih lengkap, tambahkan juga telur bulat rebus.

Sruuuppppp…. benar saja, rasanya begitu nikmat seperti menikmati soto buatan restoran. Agar lebih nikmat jangan ragu tambahkan kecap dan cabai iris. Begitu juga jeruk limau agar lebih segar. Tekstur bihun yang pas, tidak terlalu kenyal atau keras, memudahkan masuk dalam pencernaan. Sementara itu takaran bumbu sotonya juga tidak membuat rasa terlalu asin.

Begitu menelan bihun SOTOJI, hampir dipastikan bihun tidak nyangkut di tenggorokan. syuuurrrrrr…. bihun langsung masuk ke lambung. Selain itu tidak juga nyangkut di gigi – bagi yang bergigi berlubang. Campuran bumbu SOTOJI tidak membuat mulut menjadi terasa kering. Sehingga Anda tidak perlu meminum air terlalu banyak selama makan SOTOJI. Selain itu porsinya juga pas, 70 gram. Itu cukup untuk makan pagi Anda dan mulailah beraktivitas dengan mengantungi tenaga full.

SOTOJI lebih nikmat di makan di luar rumah saat hujan. Hangatnya SOTOJI membuat tenggorokan dan hidung lebih luang bernafas karena efek jaruk limau dalam bumbu SOTOJI. SOTOJI juga nikmat di makan di dalam ruang kantor yang biasanya ber-AC. Bagi karyawan yang biasa menyantap mie instan, beralihlah ke SOTOJI. SOTOJI banyak mengandung protein dan karbohidrat, namun rendah lemak. SOTOJI juga tidak menyebabkan kantuk setelah menyantapnya.

SOTOJI Praktis Dibawa ke Mana Saja

Untuk kantor Anda yang tidak terdapat kompor untuk memasak SOTOJI, tak perlu khawatir. Hasil eksperimen saya, bihun yang terdapat dalam kemasan SOTOJI mudah lunak dengan diseduh air panas mendidih dari dispenser. Anda cukup menyiapkan tempat makan plastik yang mempunyai tutup.

SOTOJI juga mudah dibawa ke mana-mana. Kemasannya yang tak begitu tebal dan jenis bihun SOTOJI yang tak mudah hancur bisa diletakkan di dalam tas.Tidak perlu pengaman agar tak hancur, bihun SOTOJI tak mudah hancur. Jadi menghemat ruang penyimpanan tas Anda.

Masukkan bihun SOTOJI ke tempat makan itu, tuangkan air panas hingga menenggelamkan bihun. Tutup rapat dan tunggu 3 menit. Setelah bihun melunak taburkan bumbu dan minyak SOTOJI. Dan taburkan juga jamur instans. Rasanya jamur akan lebih terasa, tidak asin, melainkan memberikan sensasi berbeda memakan soto.

Selamat Menikmati SOTOJI

Untuk yang tengah berdiet atau takut gemuk, memakan bihun lebih bagus daripada mie instan. Itu karena mie instan rendah lemak, dan kaya serat. Sehingga proses pencernaannya menjadi cepat. Bagi yang suka bergadang, jangan takut menikmati SOTOJI saat tengah malam. Karena tidak akan membuat gemuk.

Menikmati SOTOJI tidak perlu dipadukan dengan nasi, sebab memakan SOTOJI terbilang mengenyangkan. Yang Anda harus tambah, adalah sediakan minuman seperti teh gula jawa.. Itu akan membuat sensasi menikmati SOTOJI lebih menyenangkan.

Jadi selamat menikmati SOTO JAMUR INSTAN…. Pesan sekarang juga!

Pesona keberagaman dan Toleransi di ‘Bumi Pendekar’

Pesona keberagaman dan Toleransi di ‘Bumi Pendekar’

Banten baru saja di angkat dari kompor, masih hangat dan berbau harum. Suhu pemilihan kepala daerah sudah usai, Gubernur Banten Ratu Atut kembali memimpin.

Masih teringat di pikiran isu yang beredar di balik pemilukada, mulai dari dana BOS yang dipakai untuk dana kampanye hingga kisah segelintir orang yang mengaku dibayar Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu untuk mencoblos salah seorang calon Gubernur saat itu. Kisah itu masih ada di benak, tapi sudah hilang termakan kenyataan, Ratu Atut kembali memimpin.

Di balik itu semua, sebenarnya banyak harapan baru dari kehidupan sosial masyarakat Banten. Betapa banyak ‘objek’ di Banten, kota para pendekar. Mulai dari pantai yang panjangnya ratusan kilometer, sampai bangunan tua peninggalan kerajaan di era pendudukan Belanda dan Portugis. Semua itu menunggu masyarakat yang jenuh dengan wisata ‘beton’ di Ibukota Negara, Jakarta.

Jika dihitung, mungkin lebih dari 500 tempat menarik di Banten. Misal di Tangerang, Serang, Pandeglang, Balaraja, Ujung Kulon dan sebagainya. Sebut saja Masjid Pintu Seribu di Tangerang, Vihara Boen San Bio di Tangerang, atau Masjid Agung Banten. Itu baru 3 saja, apa pernah ke sana? Banten juga punya tradisi, semisal Tradisi Seba. Tradisi ini dilakukan masyarakat Baduy, yang merupakan masyarakat adat di Lebak. Tradisi ini sama dengan silahturahmi, dilakukan setiap tahun. Masyarakat Baduy berkumpul bersama pemerintah setempat dan perwakilan negara. Banyak lagi yang unik.

Banten juga mempunyai masyarakat yang beraneka ragam. Masyarakat Banten sebenarnya hasil dari perpaduan Jawa, Sunda, Sumatera Bagian Selatan, China, dan sedikit mengadopsi sistem kolonial. Sistem kolonial sepertinya juga masih melekat di beberapa daerah, semisal Yogyakarta. Namun ada satu hal yang menarik dari ragam masyarakat Banten, yaitu sistem kepercayaan Adat. Islam di Banten sebagai agama mayoritas sudah bisa berbaur dengan kebudayaan setempat. Selain itu masih ada juga masyakarat adat yang menganut sistem kepercayaan.

Hanya saja ragam kebebasan berkeyakinan di Banten terkoyak setelah tragedi Pembantaian Jemaat Islam Ahmadyiah tahun lalu. Bukankah negara menjamin kebebasan masyarakat dalam berkeyakinan? Semoga itu tak terjadi di tahun ini.

Di lihat dari sisi pembangunan, Banten temasuk sentralistik. Seperti Jakarta. Lihat saja Mauk yang 3 jam dari Kota Tangerang, masih terasa seperti pedesaan. Tentu miris.

Peran Blog bermain, lewat tulisan. Blog mempunyai peran membangkitkan opini politis penguasa daerah setempat masing-masing wilayah Banten. Tulisannya di dunia maya harus bisa membuka mata, telinga dan harapan jika Banten masih jauh dari sejahtera – sejahtera mungkin di beberapa kota besar saja.

Tulisan apa yang bisa dibuat Blogger? Paling tidak Blogger mampu menuliskan informasi menarik soal budaya, pariwisata, atau ulasan perkembangan politik hukum Banten lebih mendalam. Bukan hanya sejarah pariwisata, melainkan bagaimana menuju ke tempat wisata itu? Sebab transportasi belum terlalu memadai.

Lebih dari itu, Blogger lewat Blog-nya paling tidak mempunyai misi khusus untuk menyebarkan isu keberagaman yang positif di Banten. Agar kejadian pembantaian Jemaah Ahmadiyah tidak kembali terjadi, kalau pun mereka di larang, laranglah dengan pendekatan Hak Azasi Manusia. Pesan itu harus disebar.

Semoga harapan 2012 bisa terwujud dan menciptakan Banten sebagai Provinsi keberagaman kebudayaan.

Nge-Blog di Mana Pun dengan ‘Si Tipis’ dan Bercerita Optimisme di On/Off

Nge-Blog di Mana Pun dengan ‘Si Tipis’ dan Bercerita Optimisme di On/Off

Kaget lihat Aspire S3 setipis ini?

Pagi, malam dan sore Indonesia terlihat suram, buruk, dan tidak maju. Wajah itu bisa dilihat dari tontotan dan bacaan dalam media massa. Berita korupsi, penyuapan, pembunuhan, lobi politik, bahkan carut marut anggota DPR dan pemerintah yang hidup bermewah-mewahan. Namun apakah itu wajah Indonesia?

Begitu kira-kira kata Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan di pembukaan On/Off 2011 di Jakarta. Anies beranggapan saat ini generasi Indonesia secara tak langsung selalu ‘dicekoki’ rasa pesimisme. Sepertinya tidak ada yang baik dari Indonesia, tidak ada kemajuan dari Indonesia. Padahal katanya itu secara tak langsung dibentuk oleh media-media industri yang masih berkiblat kepada ‘bad news is good news’.

Anies menggambarkan kegiatan Indonesia Mengajar yang ia cetuskan. Anies bercerita, beberapa duta Indonesia mengajar beberapa saat lalu berangkat ke berbagai daerah terpencil di Indonesia. Mereka adalah sekelompok relawan untuk mengabdikan diri menjadi pengajar, memberikan inspirasi dan optimisme kepada masyarakat di seluruh Indonesia di daerah terpencil. Kata Anies, mereka itu sebenarnya sudah bisa hidup enak di Jakarta atau di kota besar lainnya dengan mengandalkan kejeniusan dan keinginannya untuk serius. Mereka pun bisa hidup bergelimpang harta dengan pekerjaan yang lebih baik. Tapi mengapa mereka ingin bersusah-susah hidup di daerah terpencil. Hidup di antara kesulitan yang menghadang?

Begitu juga dengan Dwi Tunggal Proklamator RI, Soekarno dan Mohammad Hatta. Soeharno dan Hatta di jamannya adalah kaum terdidik dan jenius. Mereka bisa saja hidup mewah di luar negeri, terlebih di Indonesia. Soekarno yang seorang konseptor kebangsaan bisa saja menjadi ‘pegawai negeri’ atau mengabdikan diri di dunia pendidikan hingga jadi seorang profesor. Begitu juga Hatta, ekonom dan bisa berguna untuk dunia.

Mengapa mereka mau bersusah-susah berurusan dengan Belanda, Jepang, dan Amerika Serikat untuk memerdekakan Indonesia? Mengapa mereka rela dibuang, terutama Soekarno, hidup sakit-sakitan. Dan begitu menderita.

Karena mereka adalah orang-orang optimis dan ingin Indonesia ini terbentuk menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Membangun Optimisme Lewat Blog

Bahkan media massa online pun tidak sedikit yang tidak menyebarkan kebencian terhadap kebijakan pemerintah atau ucapan seorang

Aspire S3 setipis buku setebal 50-an halaman

kontroversial.

Ada satu harapan membangun optimisme, yaitu lewat ‘media’ citizen journalism, salah satunya Blog. Blog memegang peranan penting saat ini, meski sudah tergerus oleh micro blogging Twitter dan sosial media seperti facebook. Masyarakat dunia maya lebih memilih menuliskan kata singkat, mengungkapkan pengalaman seru pribadi dalam 160 huruf. Itu sangat seru….

Blog mempunyai peranan besar dan penting dalam mengajak pembaca optimis. Blog bisa menyebarkan pengaruh positif lewat tulisan-tulisannya. Mengangkat persoalan, kejadian, dan apapun itu secara orisinal, apa adanya saja. Cenderung tidak ada dramatisasi, begitu pun bahasanya sederhana dan bebas.

Untuk menunjang itu, blogger membutuhkan perangkat yang memungkinkan untuk nge-blog di mana pun dan kapan pun tanpa kata ‘ribet’.

Acer Aspire S3 menjawab kebutuhan itu. Aspire S3 memaksimalkan kegiatan nge-blog. Tubuhnya yang super tipis setebal 13 mm dan super ringan dengan berat 1,4 kg memudahkan blogger mengakses informasi dan memposting dengan keadaan apapun. Terlebih komponen Aspire S3 begitu kuat dengan lapisan alumunium. Belum lagi rekatan tiap sudut yang kecil kemungkinan rusak.

Aspire S3 juga termasuk perangkat pendukung kampanye hidup hijau. Teknologi baterai yang hemat energi. Bisa menyimpan tenaga hingga 50 hari jika keadaan standby dan 6 jam pemakaian full. Baterai akan otomatis mati jika keadaan standby. Selain itu notebook ini menggunakan sistem cool airplow, atau pendinginan mesin secara alami. Udara akan masuk melalui keyboard di sisi depan. Dan akan mendinginkan mesin lebih cepat, jadi jangan khawatir mesin cepat panas.

Kelebihan lain adalah Aspire S3 ini berkoneksi internet 4 kali lebih cepat dari laptop sejenis. Penggunaan internet service-nya juga tergolong mudah, karena Aspire menyediakan layanan Acer Instant Connect.

Lalu Aspire S3 juga dilengkapi dengan teknologi suara bombastis dari Dolby Home Theater V4. Meski tipis notebook ini mempunyai spiker dengan suara dahsyat saat bermain games atau menonton film. Terlebih memori yang disediakan sangat besar yaitu 500 GB dengan 4GB DDR3. Intel Core i5 menambah ciamik perform Aspire S3

Harga? Harga yang ditawarkan untuk ‘si tipis’ Aspire S3 hanya Rp 6 jutaan. Tentu sangat pantas untuk notebook secanggih Aspire S3. Ini menjadi pilihan lain merk-merk sejenis dengan mengan desain minimanis dan tipis seperti Apel. Karena soal kecanggilan Aspire S3 tidak kalah. Dengan harga pas di kantong, anda sudah nge-Blog di mana, kapan saja, dan tentunya dengan sensasi tipis dan maksimal Aspire S3.